Pena untuk Dunia
![]() |
Penulis Era Medieval |
Sang Fajar menyambut penghuni bumi dengan hangatnya terpaan mentari pagi yang menyingsing, perlahan sinarnya mulai mengusik sebagian manusia dari lelahnya, mengusir kegelapan malam dan memberi harapan dan mimpi yang baru untuk sebagian manusia yang lain.
Sang mentari yang perlahan menampakkan diri dari persembunyiannya di bagian timur bumi. Cahayanya perlahan menyapu permukaan bumi.
Semua manusia yang terlahir di dunia memiliki peran masing-masing dalam menjalani kehidupannya di dunia. terkadang semua berlalu begitu cepat, dan hanya sedikit yang menyadari apa artinya dia dilahirkan di dunia ini?
Sekarang dunia begitu renta, usianya semakin sepuh, dan rapuh.
penduduk bumi semakin bertambah, kebutuhan semakin melimpah.
teknologi semakin berkembang dan memudahkan, di sisi lain,
nilai moral manusia dipertaruhkan.
nilai moral manusia dipertaruhkan.
semuanya semakin rapuh.
hanya sedikit manusia yang tetap memegang nilai-nilai dirinya.
hanya sedikit manusia yang tetap memegang nilai-nilai dirinya.
Berbagai hal buruk semakin menjadi semakin buruk dan tampak nyata, semua dapat didapatkan dengan sangat cepat hanya dalam hitungan detik. generasi baru yang diharapkan menjadi emas kini terancam.
Hukum di berbagai negara menjadi semakin lemah dan tak berdaya bagai sarang laba-laba.
semuanya semakin tak terbendung dan semuanya menjadi semakin CHAOS(Kacau Balau),
kakacauan ini seolah tak dapat terselamatkan. dan hampir mustahil untuk dihentikan.
Semuanya seolah tak memperdulikan hal ini, bukan karena tidak mampu. Tapi memang tak dapat dihentikan.
namun segelintir orang tetap percaya dan memperjuangkan nilai-nilai manusia dan berusaha membuat dunia sedikit menjadi lebih baik, meski hanya dalam goresan pena. Mereka tak punya kekuatan fisik untuk menghentikan semua kekacauan yang telah terlanjur terjadi.
TAPI, mereka memiliki mimpi besar bahwa dunia ini akan menjadi lebih baik. pena yang mereka goreskan berharap bisa sampai kepada setiap orang yang membutuhkannnya, dan berharap bisa membuka hati untuk menyembuhkan jiwa mereka.
Itulah mereka, yang berjuang dengan penanya. menggoreskan pena untuk dunia
dan aku menyebutnya Pena Dunia.

Komentar
Posting Komentar